Wali Kota Tangsel Parade Naik Tank, Warganet Malah Protes Banyak Jalan Rusak
FAKTANASIONAL.NET - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tangerang Selatan (Tangesel) berlangsung meriah dengan parade kendaraan tempur. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan memimpin rombongan dengan menaiki ta…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tangerang Selatan (Tangesel) berlangsung meriah dengan parade kendaraan tempur. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan memimpin rombongan dengan menaiki tank dari Kelurahan Pondok Jagung menuju Lapangan Batalyon Kavaleri 9, Serpong Utara, Senin, 17 Agustus 2026. Ribuan warga menyaksikan atraksi tersebut.
Uniknya, perhatian di media sosial justru bergeser dari atraksi tank kepada persoalan pelayanan publik. Sejumlah warganet menilai pemerintah daerah seharusnya lebih dahulu menyelesaikan persoalan jalan, penerangan jalan umum (PJU), kemacetan, dan transportasi umum.
Salah satu komentar yang dikutip media berbunyi:
“Ga usah dadah-dadah, jalan benerin, transum perbanyak.”
Komentar lainnya:
“PJU mati, jalanan rusak.”
Itu tanggapan media sosial yang tercantum di kolom komentar media sosial/humas Pemkot Tangsel.
Akun komentator: tidak dicantumkan oleh media yang menjadi sumber, sehingga nama akun tidak dapat diverifikasi.
Kritik ini menandakan, masyarakat tidak menolak perayaan kemerdekaan, tetapi mempertanyakan prioritas pemerintah: apakah seremoni harus lebih dahulu diperlihatkan ketika persoalan sehari-hari warga masih ada.
Dalam kenyataannya, aneka fasilitas umum di Tangsel memang masih sangat kurang. Banyak lampu penerangan jalan yang mati. Bahkan, banyak wilayah-wilayah yang tanpa penerangan jalan. Sehingga pada malam hari gelap dan rawan kejahatan.
Kondisi badan jalan di berbagai lokasi rusak, bahkan rusak berat. Sudah bertahun-tahun tanpa tanda-tanda upaya perbaikan dari Pemkot. Kondisi ini banyak menimbulkan kecelakaan dan merenggut korban jiwa.
Soal transportasi umum juga belum memadai dibandingkan jumlah penduduk di wilayah itu. Akibatnya, sebagian besar warga masih menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil. Ini memperparah kemacetan lalu lintas di sana.
Kerumitan sosial itu seperti dilupakan wali kota dan wakilnya dengan atraksi mereka naik di atas tank pada perayaan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Mungkin mereka mengangap bahwa rakyat terhibur oleh atraksi naik tank itu. Kenyataannya malah sebaliknya.
Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, tapi kondisi rakyat masih belum tersejahterakan. Mayoritas rakyat hidup dalam kemiskinan, dan sebagian berada di bawah garis kemiskinan.
Sehingga warganet wajar mengkritisi pejabat publik membikin atraksi naik tank. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.