Fakta Nasional

Wamenkomdigi Desak Meta Tutup Grup Konten Menyimpang di Platform Facebook

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo angkat bicara atas kemunculan beberapa grup Facebook yang memuat konten fantasi sedarah, pornografi, dan kekerasan seksual. Konten semacam ini tidak…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 23 May 2025 📖 1 menit
Wamenkomdigi Desak Meta Tutup Grup Konten Menyimpang di Platform Facebook
Wamenkomdigi Desak Meta Tutup Grup Konten Menyimpang di Platform Facebook/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo angkat bicara atas kemunculan beberapa grup Facebook yang memuat konten fantasi sedarah, pornografi, dan kekerasan seksual.

Konten semacam ini tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi membahayakan psikologis anak-anak yang terpapar.

Angga menegaskan bahwa penyelenggara sistem elektronik (PSE) seperti Meta harus bertanggung jawab penuh untuk memantau dan menutup setiap grup atau halaman yang terbukti menyebarkan konten menyimpang.

“Saya sudah minta pihak Meta untuk terus melakukan pembaruan data dan monitoring ketat terhadap potensi munculnya grup-grup serupa,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Sejauh ini, Kemenkomdigi telah mengidentifikasi dan memblokir beberapa grup bermasalah. Namun, Angga menilai tindakan reaktif semata belum cukup.

Ia meminta Meta menerapkan sistem deteksi otomatis (AI-driven) untuk mengawasi kata kunci dan gambar yang mengindikasi pornografi atau kekerasan seksual.

Selain itu, alur koordinasi dengan aparat penegak hukum perlu diperkuat agar dalang di balik konten negatif dapat segera diproses hukum.

Angga Raka Prabowo juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan grup atau konten bermasalah melalui kanal resmi Kemenkomdigi di aduankonten.id.

Pelaporan cepat dari publik akan mempercepat proses penutupan dan penindakan.

Ia menegaskan, “Kami mohon masyarakat juga ikut memantau dan melaporkan potensi grup dengan konten serupa.” Kepedulian bersama menjadi kunci demi menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK