Fakta Nasional

Wamenlu Anis Matta Ungkap Dua Hal Penentu Geopolitik Dunia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengungkap dua hal yang menjadi penentu arah geopolitik dunia. Anis Matta menyebut dua hal penentu itu sudah terbukti menjadi simbol dalam perebutan pengaruh global selama puluhan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 11 July 2026 📖 2 menit
Wamenlu Anis Matta Ungkap Dua Hal Penentu Geopolitik Dunia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengungkap dua hal yang menjadi penentu arah geopolitik dunia.

Anis Matta menyebut dua hal penentu itu sudah terbukti menjadi simbol dalam perebutan pengaruh global selama puluhan tahun. Dua hal tersebut adalah: geografi dan penguasaan sumber daya energi, terutama minyak bumi.

"Karena itu, pemahaman terhadap peta dunia menjadi bekal penting untuk membaca arah politik internasional," kata Anis Matta yang berbicara dalam Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Diskusi dipandu Ketua Umum Sajid Bachtiar Nasir dan dihadiri jurnalis Muslim serta kalangan akademisi.

Anis menjelaskan, secara geopolitik dunia terbagi ke dalam dua kawasan besar, yakni Benua Amerika dan gabungan Asia, Afrika, serta Eropa. Menurut dia, pembagian geografis tersebut berpengaruh terhadap distribusi penduduk, kekuatan ekonomi, hingga perebutan pengaruh antarnegara.

Ia memaparkan, sekitar 1,1 miliar penduduk tinggal di Benua Amerika, sementara sekitar 7,1 miliar lainnya berada di tiga benua tua. Meski demikian, kedua kawasan sama-sama menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) global.

Menurut Anis, negara-negara Islam yang tergabung dalam kelompok D-8 juga memiliki potensi ekonomi yang besar dengan nilai PDB gabungan mencapai sekitar 5,1 triliun dolar AS. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama ekonomi dunia Islam.

Selain ekonomi, Anis menekankan bahwa minyak bumi masih menjadi faktor strategis yang memengaruhi hubungan internasional. Sekitar 48 persen cadangan minyak dunia berada di Timur Tengah, sementara hampir sepertiga lainnya berada di kawasan Benua Amerika.

"Timur Tengah menjadi kawasan yang sangat strategis karena menyimpan hampir separuh cadangan minyak dunia. Ini menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kepentingan geopolitik global," ujarnya.

Anis juga mengulas persaingan Blok Barat dan Blok Timur pada era Perang Dingin. Menurutnya, kepemilikan senjata nuklir oleh kedua kubu membuat perang terbuka tidak terjadi, namun persaingan bergeser menjadi perang proksi di berbagai kawasan.

Ia menilai berbagai pergantian rezim, perang saudara, hingga konflik politik di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah pada masa itu merupakan bagian dari kontestasi dua kekuatan besar dunia.

Sementara itu, negara-negara Teluk dinilai mampu menjaga stabilitas politik karena ditopang kekayaan minyak dan gas serta kebijakan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat. Kondisi tersebut membuat kawasan Teluk berkembang lebih stabil dibandingkan sejumlah negara Arab non-Teluk yang berkali-kali dilanda konflik politik dan perang.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK