Fakta Nasional

Wardah dan Kahf Dinilai Pionir Authentic Halal Brand oleh IHATEC

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC) menekankan pentingnya penerapan konsep Authentic Halal Brand (AHB) sebagai strategi bisnis berkelanjutan bagi perusahaan yang ingin tumbuh di tengah meningkatnya k…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 12 October 2025 📖 2 menit
Wardah dan Kahf Dinilai Pionir Authentic Halal Brand oleh IHATEC
Seminar Top Halal Awards 2025/Dok. ParagonCorp.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC) menekankan pentingnya penerapan konsep Authentic Halal Brand (AHB) sebagai strategi bisnis berkelanjutan bagi perusahaan yang ingin tumbuh di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nilai dan etika produk.

Pesan ini menjadi sorotan utama dalam seminar Top Halal Awards 2025, yang menghadirkan Dr. Wahyu T. Setyobudi, Founder Inspark Indonesia sekaligus penggagas konsep AHB.

Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu menjelaskan bahwa Authentic Halal Brand tidak sekadar soal label atau sertifikasi halal, melainkan bentuk komitmen perusahaan dalam menempatkan nilai-nilai Islam sebagai dasar etika dan arah bisnis.

“Wardah dan Kahf merupakan pionir Authentic Halal Brand di Indonesia. Mereka tidak hanya patuh secara administratif, tetapi benar-benar menghidupkan nilai kejujuran, kebaikan, dan keberlanjutan di setiap lini bisnis. Inilah makna halal yang sesungguhnya—bukan sekadar halal certified, tetapi halal lived,” ujar Dr. Wahyu.

Dua merek unggulan dari ParagonCorp itu disebut berhasil mempraktikkan prinsip halal secara menyeluruh dan konsisten, hingga menjadi acuan bagi pelaku industri kecantikan dan perawatan pribadi nasional.

Komitmen ParagonCorp terhadap halal juga menjadi fokus dalam edisi terbaru majalah Halal Review, yang diluncurkan bertepatan dengan ajang penghargaan tersebut.

Dalam edisi ini, Wardah tampil sebagai sorotan utama lewat artikel berjudul Membangun Authentic Halal Brand, yang mengulas perjalanan merek lokal itu dari label kosmetik halal menjadi simbol keberhasilan industri kecantikan Indonesia.

“Bagi kami, halal tidak hanya sebatas sertifikat. Halal berarti toyyib — membawa kebaikan, kesehatan, dan keberlanjutan. Di Paragon, kami memandang halal sebagai gaya hidup yang menumbuhkan kebaikan bagi manusia dan lingkungan,” ujar Dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK, FINSDV, Deputy CEO ParagonCorp.

IHATEC berharap melalui seminar ini, semakin banyak pelaku industri memahami bahwa halal bukan sekadar standar kepatuhan, tetapi juga strategi diferensiasi dan sumber keunggulan kompetitif yang berakar pada integritas.

“Konsep Authentic Halal Brand membantu perusahaan melihat halal secara lebih utuh — bukan hanya soal produk, tetapi tentang nilai yang menumbuhkan kepercayaan, loyalitas, dan keberlanjutan,” tambah Dr. Wahyu.

Dengan kolaborasi antara lembaga pendidikan halal seperti IHATEC dan perusahaan seperti ParagonCorp, diharapkan ekosistem industri halal Indonesia semakin kuat, autentik, dan berdaya saing di tingkat global.

Tentang ParagonCorp

ParagonCorp merupakan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) berbasis di Indonesia yang berdiri sejak 1985. Berawal dari PT Paragon Technology and Innovation (Paragon), perusahaan ini kini menaungi 14 merek ternama seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Laboré.

Sebagai produsen kosmetik halal bersertifikat Good Manufacturing Practice (GMP), ParagonCorp memproduksi lebih dari 135 juta unit per tahun dan mempekerjakan lebih dari 14.000 karyawan. Pasarnya menjangkau Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Perusahaan juga memperluas bisnis melalui unit distribusi PT Parama Global Inspira dan PT Paranova Global Optima. Dengan visi menjadi perusahaan yang tumbuh, bermanfaat, dan berkelanjutan, ParagonCorp berpegang pada lima nilai utama: Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan, dan Inovasi.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK