Waspada Imported Inflation: Bisakah Inflasi Indonesia Tetap Stabil di 2026?
FAKTANASIONAL.NET - Ekonom utama Permata Bank, Josua Pardede, memproyeksikan bahwa laju inflasi di Indonesia pada tahun 2026 masih dalam kategori terkendali. Dikutip redaksi pada Jumat, 15 Mei 2026 dari PIER Economic Review, kunci utama stabilitas i…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ekonom utama Permata Bank, Josua Pardede, memproyeksikan bahwa laju inflasi di Indonesia pada tahun 2026 masih dalam kategori terkendali.
Dikutip redaksi pada Jumat, 15 Mei 2026 dari PIER Economic Review, kunci utama stabilitas ini terletak pada kebijakan pemerintah terkait harga energi.
Menurut Josua, inflasi domestik tidak akan melonjak tajam selama skema subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap dipertahankan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai inflasi domestik 2026 masih terkendali, terutama jika pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi.
Josua mengingatkan tekanan inflasi global mulai meningkat di sejumlah negara besar dan berpotensi memicu imported inflation ke perekonomian Indonesia.
Menurut Josua, penguatan dolar AS memperbesar risiko imported inflation, sementara bank sentral global masih cenderung mempertahankan suku bunga acuannya.
Meski kondisi internal cenderung tenang, ancaman nyata justru datang dari luar negeri.
Josua memperingatkan adanya tren kenaikan inflasi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang mencapai 3,3%, serta kawasan Eropa yang menyentuh angka 3%.
Kondisi ini memicu risiko imported inflation atau inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga barang-barang impor.
Risiko ini kian diperparah oleh kedigdayaan dolar AS yang menekan nilai tukar Rupiah.
Dalam analisisnya, Josua juga menyoroti kebijakan bank sentral dunia, termasuk The Fed dan ECB, yang masih enggan memangkas suku bunga, sehingga ruang kebijakan moneter menjadi semakin sempit.
Sementara itu, meski Bank of Japan mulai menunjukkan tanda-tanda pengetatan, respons mereka dinilai cenderung lambat dalam meredam gejolak harga secara global.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.