“Kenapa harus dibuat dikotomi terkait batu bara? Toh, Eropa masih menggunakan batu bara,” tambahnya.
Selain itu, teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) sudah diaplikasikan untuk mengurangi emisi, sehingga batu bara dapat menjadi transisi yang lebih bersih.
Pemerintah pun mendorong penggunaan teknologi penangkap karbon agar pembangkit batu bara lebih ramah lingkungan.
Bahlil juga mengingatkan pentingnya persatuan nasional dan menghindari polarisasi terkait kebijakan energi.
Dengan demikian, batu bara akan tetap menjadi sumber andalan sambil terus dikembangkan teknologi bersih dan bauran energi terbarukan ditingkatkan seiring membaiknya kondisi fiskal.[dit]










