Prof Didin Tantang Menkeu Purbaya Buktikan Terobosan Nyata

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB serta Universitas Paramadina, Prof Didin S. Damanhuri/Dokpri.

Dengan latar belakang teknik, Prof Didin justru melihat peluang lahirnya pendekatan baru yang ia sebut “Habibienomics” — kombinasi antara logika ekonomi dan faktor determinan seperti keterbatasan anggaran serta perputaran uang.

Lebih jauh, ia menyoroti gagasan Purbaya terkait alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp300 triliun untuk MBG dan dana daerah yang dialihkan ke Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, ide itu bisa menjadi terobosan, tetapi tetap harus jelas timeline dan harmonisasi antara fiskal dan moneter agar sejalan dengan agenda Asta Cita.

“Menkeu harus memastikan program-program ini realistis, bukan sekadar wacana. Kalau tidak, bisa menimbulkan masalah baru di lapangan,” tegasnya.

Prof Didin berharap dalam tiga bulan ke depan, Purbaya mampu menghadirkan langkah konkret, misalnya dengan menegosiasikan pajak digital untuk meningkatkan rasio pajak, atau mengarahkan pinjaman online agar lebih produktif.

“Kita menunggu terobosan positif dari Menkeu baru untuk menutup distrust publik akibat pernyataan blunder di awal jabatannya,” pungkasnya.[Zul]