Ekspor Sawit RI 2025 Diprediksi Tembus USD 28,5 Miliar, Kementan Genjot Hilirisasi

Strategi Keberlanjutan dan Daya Saing

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama untuk menghadapi tantangan pasar global dan isu lingkungan.

“Hilirisasi menjadi strategi penting agar sawit diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh pekebun dan pelaku usaha,” jelas Roni.

Untuk menjaga produktivitas jangka panjang, Kementan juga mempercepat program peremajaan sawit rakyat dan penguatan sertifikasi budidaya berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus penggerak industrialisasi berbasis perkebunan.

Baca Juga: Diduga Terdampak PETI dan Limbah Sawit, Air Sungai Retok yang Keruh Dikeluhkan Warga