Drama pelarian Sony semakin ironis jika ditarik mundur beberapa jam sebelum pencopotannya. Tepat satu jam sebelum Presiden mengambil keputusan tegas, Sony sempat tampil percaya diri di sebuah siniar (podcast).
Ia bersumpah dan membantah keras keterlibatannya dalam skandal jual beli titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) maupun manipulasi yayasan afiliasi.
Kini, janji manis di depan kamera itu sirna. Tokoh yang dulu lantang menyuarakan bahaya penipuan calo SPPG ini justru terjerat dalam jaring yang sama.
Skandal ini menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik bahwa pangkat dan jabatan elit tidak akan mampu menjadi tameng pelindung dari jerat hukum yang berlaku.[dit]









