Perguruan Tinggi Didorong Jadi Problem Solver Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Kemdiktisaintek mendorong kolaborasi perguruan tinggi melalui Konsorsium Perguruan Tinggi untuk menjadi problem solver dalam pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia./Dok. Kemdiktisaintek

“Perguruan tinggi itu harus menjadi bagian solusi terhadap masalah yang ada di masyarakat. Di suatu kawasan transmigrasi, kampus bisa mengidentifikasi tantangan yang ada di lokasi tersebut. Ketika diperlukan kajian yang lebih spesifik dan treatment yang lebih efektif, maka perguruan tinggi dapat ‘memencet tombol’ konsorsium yang ada di daerah tersebut,” jelas Fauzan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam kerangka Asta Cita, khususnya Asta Cita poin 2 hingga 6, yang menekankan sinergi lintas kementerian/lembaga untuk pemerataan pembangunan melalui penguatan SDM, sains, dan teknologi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut mendorong perguruan tinggi agar hadir sebagai mitra strategis sekaligus asisten pembangunan daerah.

Melalui penguatan Konsorsium Perguruan Tinggi Solusi Kebangsaan, Kemdiktisaintek berkomitmen memastikan Tridarma Perguruan Tinggi memberikan dampak nyata berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Menteri PPPA Ajak Perempuan Berperan Aktif Cegah Kasus Kekerasan di Lembaga Pendidikan