Houthi Yaman Kembali Lawan Arab Saudi, Ini Akar Konfliknya

Dua Rudal Balistik dari Yaman Ditembak Jatuh, Arab Saudi Siaga Hadapi Ancaman Houthi/(Foto: Reuters/Al Masirah)

FAKTANASIONAL.NET – Kelompok Houthi kembali menjadi sorotan setelah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Kelompok yang dikenal dengan nama resmi Ansar Allah tersebut menguasai sebagian besar wilayah barat dan utara Yaman serta telah berkembang menjadi kekuatan militer yang mampu mengancam kepentingan Saudi hingga jalur perdagangan internasional.

Serangan menggunakan rudal dan drone dilaporkan menyasar sejumlah target di Arab Saudi. Pada saat bersamaan, pasukan Houthi bergerak di sepanjang pesisir Laut Merah menuju kawasan strategis Bab el-Mandeb.

Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan dan pasokan energi dunia. Sebagaimana dikutip dari Reuters, eskalasi perang Yaman berpotensi mengganggu salah satu jalur pelayaran paling penting di kawasan.

Namun, memahami Houthi tidak cukup hanya dengan menyebut mereka sebagai kelompok yang menjadi “proksi Iran”.

Houthi tumbuh dari komunitas Zaidi, salah satu cabang Syiah yang memiliki sejarah panjang di Yaman.

Gerakan tersebut berkembang pada dekade 1990-an di tengah ketidakpuasan terhadap pemerintah Yaman serta pengaruh Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).

Salah satu tokoh penting dalam fase awal gerakan itu adalah Hussein Badreddin al-Houthi. Pada 2004, ia memimpin pemberontakan terhadap pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh. Hussein kemudian tewas pada tahun yang sama.