Opini  

Yeah, Baru Dipuji, Malah Diganti, Nasibmu Purbaya

Pemerintah berkomitmen mengalokasikan dana APBN sebesar Rp240 triliun selama jangka waktu enam tahun untuk melunasi pokok dan bunga kredit 80.000 Kopdes Merah Putih./Dok. Kemenkeu

Purbaya bilang ruang fiskal terbatas dan wajar kalau daerah tidak senang. Ia membuka peluang penambahan jika penerimaan negara membaik. Ditambah kontroversi usulan biaya di Selat Malaka dan pengumuman mendadak transfer Rp120 triliun dari Danantara.

Pokoknya, kursi Menkeu ini seperti kursi warung kopi. Belum sempat duduk nyaman, sudah ditanya, “Bang, pesan apa?”

Lalu datanglah Senin, 14 September 2026. Pagi hari Purbaya masih rapat di DPD dan mengatakan perekonomian tetap terjaga. Sore hari? Diganti.

Beberapa jam setelah Prabowo kembali dari India, Suahasil Nazara, wakilnya sendiri, dilantik menjadi Menteri Keuangan baru.

Istana tidak menjelaskan alasan detail. Hak prerogatif Presiden. Namun publik ramai mengaitkannya dengan evaluasi kinerja, kepercayaan investor, pertumbuhan masih jauh dari target 6–8 persen, serta kebutuhan mengembalikan kredibilitas fiskal.

Maka tamatlah episode Menteri Koboi. Kemarin senyum Purbaya dianggap membuat Prabowo aman. Hari ini, senyumnya mungkin masih ada. Cuma kursinya sudah tidak ada.

Nasibmu, Kang Purbaya.

Pelajaran Koptagul hari ini, jangan terlalu percaya pujian. Di negeri ini, pagi bisa dipuji setinggi langit, sore bisa dilantik penggantinya.

Kalau ada yang bilang, “Selama kamu senyum, semuanya aman,” jangan langsung percaya. Bisa jadi sedang aman bukan kamu. Kursimu sedang diamankan orang lain. Begitulah risiko menteri non partai. Lihat Bahlil, ia pasti tersenyum lebar.

Penulis: Rosadi Jamani