RI Penyumbang Sampah Plastik Ketiga Dunia, Puan Ajak Generasi Muda Partisipasi Aktif Jaga Lingkungan

Foto ilustrari/mongabay.

Di forum IPU itu, Puan mengajak serta Melati berbicara di hadapan ratusan anggota-anggota parlemen dari berbagai belahan dunia tentang pentingnya kerja sama mengurangi sampah plastik demi masa depan bumi.

Dalam mendukung pengurangan sampah plastik, Puan juga memimpin DPR lewat program DPR Hijau yang bertujuan memerangi krisis iklim. DPR Hijau ialah gerakan untuk mengurangi penggunaan plastik dan kertas di setiap satuan unit kerja lembaga legislatif tersebut.

“Gerakan DPR Hijau ini sebagai dukungan kami dalam pengurangan limbah plastik maupun bahan-bahan yang sulit didaur ulang. Ini adalah komitmen kami di parlemen untuk membudayakan gaya hidup go green,” jelas Puan.

Mantan Menko PMK itu mengingatkan, penumpukan sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik bisa mencemari lautan Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.

Puan pun mengatakan, plastik yang terbuang ke laut mengancam keberlangsungan ekosistem laut hingga merusak habitat hewan.

“Dan pada akhirnya berdampak pada sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak daerah di Indonesia,” sebut cucu Bung Karno itu.

“Indonesia sebagai negara maritim pastinya mengunggulkan laut dalam berbagai sektor kehidupan. Tak hanya merusak habitat laut dan lingkungan, banyaknya sampah plastik pastinya akan menimbulkan citra buruk bagi Indonesia di mata dunia,” tambah Puan.

Oleh karenanya, Pemerintah diminta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, mulai dari sistem pengumpulan hingga fasilitas daur ulang yang modern dan berstandar internasional.

Puan menambahkan, fasilitas pengelolaan sampah yang mendukung pengurangan sampah plastik harus dibangun merata hingga ke seluruh daerah.

“Jika tidak, upaya pengelolaan sampah plastik hanya akan terbatas pada wilayah perkotaan dan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah secara nasional,” urainya.

Puan juga menyoroti literasi dan kesadaran masyarakat dalam menangani masalah sampah plastik yang masih minim. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 72% masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah.

Diketahui pula, setiap tahun Indonesia masih menggunakan 182,7 miliar kantong plastik. Komposisi sampah di Indonesia adalah 57% sampah organik, 16% sampah plastik, 10% sampah kertas, dan 17% lainnya.

“Saat ini, kampanye edukasi yang dilakukan masih bersifat sporadis dan tidak menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi yang ada lebih sering menyasar kelompok terbatas dan belum menjangkau sekolah-sekolah, komunitas lokal, maupun masyarakat di daerah-daerah terpencil,” tukas Puan.

Untuk itu, Puan menilai pentingnya dilakukan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat dari semua lapisan.

“Pemerintah juga harus menyediakan langkah-langkah konkrit yang dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengurangan limbah plastik,” ucapnya.

“Sebab tanpa kesadaran yang terbangun, perilaku masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah plastik tidak akan berubah,” tutup Puan.[dnl]