“Upaya promotif dan preventif menjadi landasan dalam pencegahan terjadinya stunting baru di Indonesia termasuk perubahan perilaku masyarakat. Semoga dengan adanya PASTI-Papua dapat mewujudkan koordinasi dan konvergensi lintas sektor untuk percepatan penurunan stunting di wilayah Papua,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH.
Upaya penurunan angka stunting di Papua terhambat oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan selama kehamilan dan setelah melahirkan, serta kurangnya perhatian terhadap gizi ibu hamil dan anak kecil.
Direktur, Wakil Presiden Eksekutif Pembangunan Berkelanjutan PTFI Claus Wamafma mengatakan Freeport Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua, salah satunya melalui investasi program kesehatan.
“Melalui program PASTI-Papua yang terpadu dan terintegrasi serta gotong royong semua pihak, kami berharap dapat mengakselerasi upaya penurunan stunting dan meningkatkan status gizi anak sehingga kesehatan masyarakat Papua terlindungi.”
PASTI-Papua bertujuan untuk meningkatkan kualitas praktik kesehatan gizi berbasis masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini akan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dalam mendorong praktik gizi dan kesehatan bagi keluarga dan meningkatkan kualitas layanan di Puskesmas dengan memperkuat layanan kesehatan primer yang terintegrasi dan komprehensif, dengan penekanan pada upaya promotif preventif bagi ibu, anak, dan remaja. PASTI-Papua akan diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia.[jer]











