JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jerman menyelenggarakan webinar bertema Smart Sustainable Agriculture guna mendukung terjadinya inovasi pertanian berkelanjutan.
Acara ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi terkait inovasi dan teknologi dalam sektor pertanian yang berkelanjutan guna menjawab tantangan krisis pangan global serta mendukung pertumbuhan sektor pertanian Indonesia.
“Penting adanya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan birokrat untuk menciptakan sinergi dalam memajukan sektor pertanian Indonesia. Karena, dengan adanya perkembangan teknologi, inovasi di bidang pertanian harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan pangan nasional,” demikian dikatakan Ketua ICMI Orwil Jerman, Hendro Wicaksono dalam siaran tertulisnya kepada media, Jumat (27/09/2024) yang dikirim dari Jerman.
Hendro juga menekankan pentingnya refleksi Hari Tani Nasional sebagai momen untuk mengingat perjuangan petani yang menjadi tulang punggung perekonomian, sekaligus mempromosikan penerapan teknologi berkelanjutan dalam sektor pertanian.
Webinar ini diharapkan dapat menjadi forum untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi baik dari dalam maupun luar negeri serta masyarakat guna mendukung pertanian yang cerdas dan berkelanjutan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum ICMI Pusat, Prof Arif Satria menyoroti tantangan utama dalam mengadopsi teknologi moderen di sektor pertanian, terutama mengingat keragaman tingkat kemajuan petani di Indonesia yang bervariasi dari teknologi 0.0 hingga 4.0.
“Meskipun teknologi seperti drone dan smartphone dapat meningkatkan efisiensi, masalah struktural seperti kekurangan buruh tani di beberapa daerah serta risiko pengangguran jika teknologi diadopsi tanpa perencanaan juga perlu diatasi,” katanya.
“Penting untuk mempertimbangkan regulasi dan solusi yang inklusif, serta kajian mendalam untuk mendukung percepatan adopsi teknologi secara tepat sasaran di berbagai tipe petani,” tambah Arif Satria yang juga Rektor IPB tersebut.
Turut hadir juga sebagai salah satu pembicara utama, Ketua Kelompok Substansi Data Nonkomoditas dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, Dr. Saifudin, M.Si, yang membahas pentingnya peran teknologi dalam mendukung efisiensi dan efektivitas sektor pertanian di Indonesia.
“Dampak besar dari konflik geopolitik global, seperti perang di Ukraina dan Timur Tengah, yang berpengaruh pada krisis pangan dan energi. Di tengah tantangan global ini, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangannya melalui penerapan teknologi pertanian yang cerdas dan berkelanjutan,” ujar Saefudin.