Kolintang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Semakin Dekat Dapat Pengakuan UNESCO

Peluncuran Buku Kolintang The Sound of Heaven di Balai Pustaka, Jakarta, Kamis (10/10/2024)/Nov.

“Ini adalah bukti bahwa kolintang telah mendunia,” kata Prof Marsetio yang juga Penasihat Khusus Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Bidang Keamanan dan Pertahanan Maritim.

Sementara itu, ketua umum Pinkan Indonesia, Ny Penny Iriana Marsetio dalam wawancara mengatakan, buku tersebut ditulis untuk melengkapi salah satu persyaratan menuju pengajuan kolintang ke UNESCO sebagai WBTb.

Dia berharap, Desember 2024 pengajuan ke UNESCO telah ada hasilnya. “Harapannya tahun ini, Desember 2024,” kata Ny. Penny Marsetio.

Buku setebal 152 halaman tersebut ditulis oleh Luddy Wullur dan Lidya Katuuk, seniman kolintang dari Minahasa yang sudah berpengalaman bermain kolintang pada berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Buku dengan editor Prof. Dr. Rajab Ritonga, Guru Besar Universitas Gunadarma Jakarta diterbitkan oleh penerbit Buku Indo Maritim Media.[zul]