Seminar Bisnis TEI 2024 Ungkap Pentingnya Strategi PR dan Branding di Pasar AS

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perundingan Perdagangan Internasional, Bara Krishna Hasibuan menerima delegasi bisnis asal Amerika Serikat di sela-sela pameran TEI 2024 (Trade Expo Indonesia 2024 ) di ICE, BSD City, Tangerang, Banten/Humas Kemendag.

Untuk itu, diperlukan strategi PR dan branding yang kuat dalam mencapai target pasar yang tepat, khususnya di era digital, kecepatan informasi, dan media sosial.

Strategi tersebut di antaranya menekankan pentingnya mengidentifikasi tujuan dari brand yang akan dibangun, identitas visual, dan keunikan yang ingin dipasarkan.

“Branding ini bukan hanya sebatas nama dan logo, tetapi bagaimana membangun narasi yang ingin disampaikan terkait brand tersebut,” kata Angga Hadi.

“Dalam membangun hal ini diperlukan pendekatan yang menyeluruh (holistic) antara tujuan brand, visual yang disampaikan, dan pelibatan pengguna (engagement) dengan audiensi,” tambahnya.

Angga juga menekankan pentingnya komunikasi dan strategi yang dapat dilakukan untuk menembus pasar AS. Hal ini termasuk konten marketing, metode bercerita (storytelling), penentuan target audiensi, serta strategi komunikasi secara daring maupun interaksi secara langsung.

Selain itu, harus memperhatikan proses distribusi dan waktu penyampaian informasi. “Seluruh upaya dan evaluasi yang dilakukan tersebut untuk mencapai tujuan brand dan membangun kepercayaan dari konsumen,” tutup Angga.

AS merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Dalam lima tahun terakhir (2019— 2023), ekspor Indonesia ke AS terus meningkat dengan rata-rata sebesar 9,89 persen per tahun.

Pada 2023, total perdagangan kedua negara mencapai USD 34,52 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar USD 23,25 miliar dan impor Indonesia dari AS sebesar USD 11,27 miliar.

Dengan demikian, Indonesia surplus perdagangan terhadap AS sebesar USD 11,98 miliar.[zul]