Lazzie Chatbot disukai oleh pembeli online di Indonesia karena tersedia setiap saat dan menawarkan layanan yang lebih cepat.
Hasil riset turut menunjukkan tingkat adopsi AI yang mencapai 77% di Indonesia merepresentasikan tingginya kepercayaan dan penerimaan konsumen terhadap teknologi ini.
Sebanyak 53% pelanggan menilai penggunaan AI di dalam eCommerce mempermudah proses belanja, dengan fitur yang paling digemari adalah AI chatbot, pencarian produk dengan gambar, rekomendasi produk, dan analisis ulasan produk.
Melihat dampak yang diberikan GenAI pada proses belanja, konsumen menggunakan AI di eCommerce lebih banyak dari industri lain, bahkan 85% pelanggan Indonesia rela membayar lebih untuk menggunakan AI di dalam platform eCommerce.
AI Expert & Co-Founder Feedloop.ai, Ajie Santika menjelaskan bahwa hal ini didorong oleh GenAI yang dapat menyederhanakan berbagai proses aplikasi ke dalam beberapa klik.
“Selama ini kita sudah familiar dengan AI yang dapat melakukan sesuatu. Kini, perkembangan teknologi melahirkan GenAI untuk tidak hanya melakukan, tetapi juga membuat,” katanya.
GenAI dapat menganalisis kumpulan data yang sangat besar dan mempelajari polanya, lalu menghasilkan output yang baru. Teknologi ini tentunya akan sangat membantu produktivitas karena dapat menyederhanakan proses.
“Sebagai level yang lebih tinggi dari AI, GenAI memungkinkan proses yang lebih sederhana bagi pengguna untuk menemukan apa yang mereka cari hanya dengan beberapa kali “klik”, seperti pada fitur-fitur yang ditawarkan Lazada,” tambahnya.
Penawaran harga merupakan pendorong utama keputusan pembelian produk. Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani, memaparkan bahwa salah satu titik kesulitan pelanggan dalam berbelanja online adalah Fear of Missing Out (FOMO) atau takut melewatkan promo belanja (49%).
“Sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa, setelah kualitas (57%), penawaran harga yang kompetitif merupakan pertimbangan utama keputusan pembelian produk oleh pelanggan (54%),” katanya.[zul]











