“Anak-anak kita yang tidak bisa menempuh pendidikan tinggi harus diberikan modal keterampilan. Program vokasi dapat menjadi solusi untuk mencetak generasi muda yang kompeten,” paparnya.
Menurut Cucun, reformasi pendidikan harus dilakukan dengan memperbaiki sistem pengajaran dan kualitas tenaga pendidik. Ia mendorong pelatihan bagi guru untuk memastikan mereka dapat mengajarkan keterampilan dasar secara efektif dan membantu siswa yang mengalami kesulitan.
“Guru harus lebih jeli melihat potensi siswa sehingga bisa mengoptimalkan bakat mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” jelasnya.
Selain itu, Cucun meminta para guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran agar siswa lebih termotivasi.
Cucun mengingatkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), generasi muda Indonesia harus dibekali dengan keterampilan yang relevan.
“SDM unggul adalah syarat mutlak untuk menjadikan Indonesia negara maju. Jangan sampai anak-anak kita tertinggal di era globalisasi ini,” tutupnya.
Dengan evaluasi sistem pendidikan, penguatan literasi, dan peningkatan kompetensi melalui program vokasi, Cucun optimistis Indonesia dapat mencetak generasi muda yang mampu membawa bangsa ini bersaing di kancah global.[dnl]











