Setahun Beroperasi, Digital Banking Bank Saqu Berhasil Gaet Hampir 2 Juta Nasabah

Presiden Direktur PT Bank Jasa Jakarta, Leo Koesmanto saat press conference satu tahun anniversary Bank Saqu/zul-fkn.

“Tidak hanya kemampuan personalisasi saku tabungan, Bank Saqu juga menghadirkan inovasi unggulan yang dapat membantu nasabah dalam membangun kebiasaan menabung lewat fitur Tabungmatic dan Suku Booster,” papar Leo.

Kedua fitur ini menjadi yang pertama di Indonesia dalam mengintegrasikan fitur menabung secara otomatis dengan aktivitas transaksi sehari-hari, sehingga menabung menjadi lebih mudah dan tanpa beban.

“Sebanyak 30% dari total nasabah Bank Saqu telah mengadopsi penggunaan fitur Tabungmatic dan Saku Booster,” ungkap Leo.

Selain itu, Busposito, inovasi Bank Saqu lainnya dalam menghadirkan layanan deposito, menjadi fitur perbankan digital pertama di Indonesia yang mengoptimalkan kekuatan komunitas dalam menabung bersama memberikan daya tarik tersendiri bagi nasabah.

Dengan bunga kompetitif hingga 7% per tahun, Busposito menawarkan keuntungan menabung bersama dalam komunitas, menciptakan pengalaman deposito yang lebih produktif dan kolaboratif.

Keunggulan fitur dan layanan Bank Saqu telah terbukti diterima dengan baik oleh nasabah. Salah satu bukti nyatanya adalah pencapaian Bank Saqu yang berhasil meraih penghargaan dari The Asian Banker, yaitu Best Digital Savings Innovation in Indonesia atas inovasi Busposito dan Tabungmatic, yang membuat akses ke layanan keuangan jadi lebih mudah bagi banyak orang.

Selain produk dan layanan finansial, Bank Saqu juga berkomitmen untuk memberikan dukungan holistik bagi solopreneur Indonesia melalui program Solopreneur Academy yang bekerja sama dengan Endeavor Indonesia, sebuah program yang memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membuka jaringan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai kesuksesan. Sejak diluncurkan pada April 2024, program ini telah diikuti oleh 295 solopreneur.

Selama perjalanannya, Bank Saqu menargetkan generasi muda sebagai market pengguna, terutama para solopreneur di Indonesia, mencakup pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan.

Segmen ini secara proaktif mencari cara untuk bertumbuh, menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, atau bahkan mengambil pinjaman untuk upaya produktif, guna mencapai lebih banyak hal positif di masa depan.[zul]