Meski demikian, Habiburokhman menyebut adanya lima insiden yang menonjol selama pelaksanaan Pilkada. Salah satunya adalah bentrokan antarpendukung di Puncak Jaya, Papua Tengah, yang dipicu oleh saling klaim kemenangan.
“Respon Polri dalam menangani kejadian ini sudah tepat, dengan pengamanan yang terukur,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Selain itu, insiden serupa terjadi di Memberamo Tengah (Papua Pegunungan), Jeneponto (Sulawesi Selatan), dan Aceh. Di Aceh, klaim kemenangan antara dua kontestan menyebabkan ketegangan, sementara proses rekapitulasi suara masih berlangsung.
Komisi III DPR RI berkomitmen terus memantau situasi di daerah-daerah yang rawan konflik. Habiburokhman menegaskan perlunya peningkatan kualitas pengamanan Pilkada untuk mencegah potensi gangguan serupa di masa mendatang.
“Polri telah menunjukkan kinerja yang baik, namun perbaikan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan di waktu mendatang,” tutup Habiburokhman.[dnl]











