Rencana Pemerintah Hapus Subsidi BBM untuk Ojek Online Tuai Kritikan

Anggota Komisi VI, Mufti Anam/scsht.

Ia juga menyebut bahwa kebijakan ini membuka celah penyelewengan dan menunjukkan ketidakjelasan arah Pemerintah dalam menangani subsidi BBM.

Mufti menilai kebijakan ini menunjukkan inkonsistensi Pemerintah dalam mengelola subsidi BBM. Ia bahkan menyindir langkah Pemerintah yang disebut hanya fokus pada pencitraan tanpa berpihak pada rakyat.

“Giliran ada pembatasan subsidi, Pemerintah pasang muka seolah berpihak pada angkutan umum. Buka dulu topengmu, buka dulu topengmu,” ujar Mufti, mengutip syair lagu Peter Pan.

Mufti meminta Pemerintah untuk meninjau ulang rencana tersebut dan menyusun kebijakan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Subsidi BBM adalah hal krusial. Jika kebijakan ini diterapkan, Pemerintah harus membuktikan bahwa keputusan tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga menyoroti bahwa subsidi BBM yang tidak tepat sasaran hanya akan menambah penderitaan rakyat kecil, terutama dalam menghadapi kenaikan harga BBM yang akan berdampak pada harga kebutuhan pokok.[dnl]