PERTANIAN, FAKTANASIONAL.NET – Metode vertikultur telah menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan.
Teknik budidaya ini dilakukan secara vertikal atau bertingkat, menjadikannya ideal untuk daerah dengan ruang terbatas.
Dikembangkan pertama kali di Swiss pada tahun 1944, vertikultur kini populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Vertikultur memungkinkan masyarakat perkotaan menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, dan seledri.
Teknik ini sangat menghemat ruang, karena tanaman ditanam dalam susunan bertingkat menggunakan rak, pot, atau paralon.
Selain itu, vertikultur ramah lingkungan dan hemat air. Sistem irigasi tetes atau penyiraman terkontrol dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi air.
Dengan teknik ini, masyarakat juga bisa menghasilkan sayuran segar untuk kebutuhan keluarga tanpa harus membeli di pasar.








