JAKARTA, FAKTANASIONAL,NET – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam mengungkapkan sejumlah kekhawatiran terkait dampak negatif yang dihadapi oleh tenaga kerja dan industri dalam negeri, akibat kebijakan impor yang tidak terkendali.
Menurutnya, situasi ekonomi Indonesia menjelang bulan Ramadan semakin mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya, pemerintah sepertinya kedodoran dalam menjalankan fungsi pengawasan di bidang impor.
Sebagai contoh, berdasarkan laporan yang ia terima, beberapa waktu lalu, ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex), sebuah perusahaan tekstil besar di Indonesia, terpaksa kehilangan pekerjaan mereka akibat adanya pengurangan karyawan yang signifikan.
PHK ini, baginya, adalah bagian dari dampak tidak langsung dari tingginya volume impor produk tekstil dari luar negeri.
“Kami khawatir ini bukan hanya akan terjadi di sektor tekstil, tetapi juga akan meluas ke sektor industri lainnya,” ujar Mufti dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2025).
Maka dari itu, Mufti menekankan pentingnya pembatasan impor, bahkan menyarankan untuk menghentikan impor secara total, jika perlu, guna melindungi industri dalam negeri yang semakin terpuruk.
Ia merujuk pada fenomena e-commerce yang mempermudah barang-barang dari luar negeri masuk ke Indonesia tanpa melalui prosedur regulasi yang ketat.











