Diketahui, beberapa pihak berpendapat bahwa program food estate bukan solusi yang tepat untuk menjawab persoalan pokok yang dihadapi Papua, dan lebih baik fokus pada pemenuhan hak-hak Orang Asli Papua atas tanah, hutan, dan hak lainnya.
Program food estate di Papua, khususnya di Merauke, dianggap tidak mempertimbangkan potensi dan karakteristik wilayah tersebut. “Saya takutnya ada beberapa diskusi yang terjadi di grup-grup pertanian. Ternyata daerah-daerah tertentu seperti di Papua, Pak. Kami mendukung di Papua,” kata Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Ia pun menjelaskan bahwa ia menemukan salah satu yang menjadi titik food estate ini mengalami banjir. Adapun alat berat seperti eskavator yang akan digunakan untuk membuka lahan tersebut terendam banjir. Maka dari itu, ia menegaskan kembali agar pemerintah memperhatikan hal tersebut.
“Mudah-mudahan program yang diusung oleh Bapak Presiden kita ini sesuai dan sukses dan di tangan Bapak semua. Kami seluruh rakyat Indonesia bergantung karena di pertanian adalah hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. [zul]











