Ketegangan dagang global yang meningkat setelah kebijakan tarif balasan dari Presiden AS terhadap China turut menambah kekuatan logam mulia sebagai aset safe haven.
Analis dari FXTM mencatat bahwa meskipun emas sempat turun selama tiga sesi berturut-turut, prospeknya tetap terlihat positif dengan kemungkinan menembus level US$ 3.055.
Potensi kenaikan lebih lanjut dalam harga emas akan sangat bergantung pada prospek penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve, yang dinilai akan meningkatkan daya tarik emas di tengah kondisi suku bunga yang semakin rendah.
Komentar dari analis riset senior di FXTM menyebutkan bahwa jika level resistance berhasil ditembus, emas bisa naik menuju kisaran US$ 3.100 hingga US$ 3.130.
Namun, di sisi lain, jika harga terus melemah di bawah level US$ 3.000, potensi penurunan harga bisa terjadi hingga mencapai kisaran US$ 2.930.
Permintaan untuk aset safe haven seperti emas diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global.[dit]











