Menteri ESDM Pastikan Proyek Investasi EV USD 9,8 Miliar Tetap Jalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia/(Instagram)

Bahlil menuturkan bahwa hanya mitra investasi yang berubah, bukan konsep pembangunan. “LG tak melanjutkan keterlibatannya pada JV 1, 2, dan 3; mitra strategis Tiongkok, Huayou, bersama BUMN, hadir menggantikan,” ungkapnya dalam keterangan resmi 22 April 2025.

Model bisnis terintegrasi tetap mendorong nilai tambah domestik dan penciptaan lapangan kerja di hilir nikel.

Menanggapi kekhawatiran geopolitik dan dinamika ekonomi global, Bahlil meyakinkan bahwa tidak ada penundaan atau pembatalan investasi tahap berikutnya senilai hampir USD 8 miliar.

Groundbreaking fasilitas tambahan bahkan direncanakan dalam tahun ini, menunjukkan bahwa transisi energi dan transformasi industri tetap prioritas nasional.

Dengan pergantian investor sebagai dinamika wajar proyek skala besar, Pemerintah Indonesia, melalui sinergi Kementerian ESDM, BKPM, dan Satgas Hilirisasi, memastikan seluruh paket Grand Package terealisasi tepat waktu dan standar mutu terjaga.[dit]