Persaingan Sengit Jaringan Mafia Emas Ilegal SB vs AS di Kalbar

Tambang Emas Ilegal/@ilustrasi/@dit/@fkn)

Rangkaian pengungkapan ini memperlihatkan bahwa jaringan SB dan AS saling berebut wilayah serta sumber daya, sehingga menimbulkan konflik internal yang berpotensi meluas.

Aktivitas PETI ilegal di Kalbar tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan royalti, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

Bukit-bukit emas tradisional berubah menjadi lubang-lubang menganga, sungai tercemar merkuri, dan hutan ditebang sembarangan.

Selain itu, persaingan antar-mafia kerap menyeret warga lokal ke dalam konflik bersenjata ringan, memperuncing isu keamanan di wilayah perbatasan.

Pemberantasan mafia emas ilegal tidak cukup hanya dengan menangkap kaki tangan; aparat hukum dituntut menelusuri rantai distribusi hingga ke “cukong” besar seperti AS dan SB.

Keterlibatan oknum penegak hukum dalam melindungi jaringan ini juga harus diusut tuntas agar tidak muncul “lubang” dalam proses penegakan hukum.

Masa depan Kalbar sebagai salah satu penghasil emas terbesar di Indonesia akan sangat bergantung pada keberanian aparat untuk menuntaskan kasus PETI ilegal ini, memberantas mafia emas dari hulu hingga hilir, serta memulihkan kerusakan lingkungan yang telah terjadi.[***]