Penyebab dan Solusi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2025

/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pada kuartal I 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,87% year on year, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Kondisi ini memicu sorotan dari Center of Economic and Law Studies (Celios). Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, mengingatkan bahwa tren pelemahan berkepanjangan bisa menurunkan potensial pertumbuhan jangka panjang Indonesia, mengingat puncak 6,5% pada era SBY dan 5% di era Jokowi.

Memahami faktor-faktor penyebab pelemahan ini penting agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran dan memperbaiki kinerja ekonomi nasional.

Sektor konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan menunjukkan performa kurang maksimal, bahkan di momen Ramadan yang biasanya memacu belanja.

Nailul menilai, belanja pemerintah ke program jangka panjang seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) memang memiliki manfaat sosial, tapi efek ekornya baru terasa dalam 8–10 tahun ke depan.