JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Keputusan Elon Musk untuk keluar dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump rupanya membuka babak baru yang penuh tantangan bagi deretan perusahaannya.
Sejak mengundurkan diri, Musk harus berupaya keras menjaga stabilitas bisnis dan kredibilitas merek yang sempat mengalami tekanan akibat keterlibatan politik.
Berdasarkan laporan AP News, tantangan terbesar kini dihadapi oleh Tesla, platform media sosial X (dulu Twitter), SpaceX, serta layanan satelit Starlink yang masih berupaya memperluas pangsa pasar global.
Pada kuartal pertama 2025, Tesla mencatat penurunan laba hingga 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi alarm bagi investor karena menunjukkan tekanan margin yang semakin kuat.
Salah satu penyebab utamanya adalah persaingan ketat dari produsen mobil listrik asal Tiongkok yang kini menjadi penjual mobil listrik terbesar di dunia. Nama seperti BYD dan NIO mulai menembus pasar global dengan harga lebih kompetitif serta teknologi baterai yang mumpuni.
Selain itu, citra Tesla sempat tercoreng karena adanya korelasi politik: masa jabatan Musk di pemerintahan Trump berkontribusi pada persepsi publik bahwa perusahaan ini memihak pada agenda politik tertentu.
Akibatnya, beberapa konsumen menunda pembelian demi menunggu klarifikasi strategi perusahaan. Meskipun demikian, pengiriman Chin, Model 3, dan Model Y tetap stabil, namun margin keuntungan menipis sehingga Tesla harus menekan biaya produksi dan mengoptimalkan rantai pasok.
Setelah mengakuisisi Twitter dan mengubah namanya menjadi X, Elon Musk mengklaim akan menjadikan platform ini sebagai “aplikasi segala-galanya”. Namun kenyataannya, X kalah pamor karena banyak pengiklan besar yang sempat menarik dana iklan mereka setelah kebijakan moderasi konten dinilai kontroversial.
Meski ada tanda-tanda kebangkitan—beberapa merek kembali beriklan—pendapatan iklan X masih jauh dari capaian pra-akuisisi. Stabilitas algoritma dan kebijakan moderasi konten masih menjadi pekerjaan rumah untuk menarik kembali kepercayaan pengiklan.
