Sementara itu, di Provinsi Riau, karhutla hingga 2 Juni 2025 telah membakar lahan seluas ±115,68 hektar. Pemadaman titik api seluas 1 hektar di Kabupaten Kampar telah berhasil dilakukan. Status siaga darurat tetap diberlakukan. Kembali lagi, kesigapan dan aksi cepat dari satgas gabungan yang terorganisir dalam desk karhutla telah terbukti membuahkan hasil yang baik.
Adapun banjir bandang di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, telah berdampak pada 228 KK, dengan 2 korban jiwa meninggal, 2 luka ringan, dan 40 KK mengungsi. Sebanyak 202 unit rumah terdampak, dan jembatan bailey yang rusak telah berhasil diganti oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna memulihkan akses masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG untuk tiga hari ke depan hingga 6 Juni 2025, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang ditandai dengan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami fenomena tersebut meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan bagian timur dan selatan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta Papua bagian barat.
Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Di sisi lain, wilayah seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur diprakirakan mengalami suhu panas dan cuaca kering, yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi baik basah maupun kering. Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait diharapkan terus memastikan kesiapan jalur evakuasi, logistik, dan sarana prasarana penanganan darurat.
Khusus penanganan bencana karhutla, patroli terpadu dan pemadaman dini titik api di daerah rawan karhutla juga perlu terus dilakukan. Dalam penanganan karhutla, BNPB juga mengajak masyarakat agar selalu waspada, mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. Jika masyarakat menemukan titik api, diharap segera melapor kepada pihak berwenang termasuk apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
BNPB terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan informasi bencana dan dukungan penanganan dapat tersampaikan dan dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terukur.**











