Ora 03 akan hadir dalam dua varian yang mengacu pada data resmi di Tiongkok – Pure+ dengan baterai 48 kWh untuk jarak tempuh hingga 310 km, serta Pro+ berkapasitas 63 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 418 km dalam sekali pengisian.
Motor listrik yang disematkan mampu menghasilkan tenaga hingga 169 hp dan torsi 250 Nm, cukup mumpuni untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan antar-kota.
Martina Danuningrat, Strategy & Marketing Director GWM Indonesia, memastikan bahwa harga Ora 03 CKD akan dibanderol di bawah Rp 400 juta, bersaing langsung dengan Wuling Binguo EV dan MG 4 EV yang sudah lebih dulu hadir di segmen ini.
Lebih lanjut, GWM tengah mengajukan Ora 03 untuk masuk dalam skema insentif kendaraan listrik pemerintah, seperti pembebasan PPnBM dan potongan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
Jika lolos, harga Ora 03 bisa jadi lebih terjangkau, mendorong minat konsumen lokal beralih ke moda transportasi rendah emisi.
Dengan fasilitas pengisian cepat (fast charging) yang kompatibel dengan infrastruktur publik, pemilik Ora 03 semakin mudah melakukan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Ora 03 diharapkan menjadi salah satu produk kunci GWM Indonesia di era elektrifikasi.
Peralihan dari CBU ke CKD juga menunjukkan komitmen jangka panjang pabrikan asal Tiongkok ini untuk terus berinvestasi di dalam negeri.
Konsumen Indonesia kini memiliki alternatif mobil listrik yang tidak hanya modern dan terjangkau, tetapi juga didukung layanan purna jual yang lebih dekat dan efisien.[dit]








