Kritik Keras Presiden Prabowo Subianto pada Kinerja BUMN

Presiden Prabowo Subianto/(YouTube)

Perusahaan swasta, kata Presiden, mengadopsi metode manajemen modern dan teknologi canggih—seperti Building Information Modeling (BIM) dan sistem lean construction—yang meminimalkan pemborosan material serta mempercepat penyelesaian proyek. Sementara itu, birokrasi berlapis dan prosedur internal BUMN masih menjadi kendala utama.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memberi kemudahan regulasi dan insentif fiskal agar sektor swasta—baik dalam negeri maupun asing—berani terlibat dalam proyek strategis. “Saya arahkan agar peran swasta dalam pembangunan infrastruktur diperbesar. Namun, agar swasta tertarik, pemerintah harus mempermudah pekerjaan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kini memiliki dana kas negara yang lebih kuat berkat efisiensi anggaran, sehingga siap berinvestasi riil, bukan sekadar menyetor saham kosong.

Dengan reformasi tata kelola BUMN dan kolaborasi erat dengan sektor swasta, Prabowo optimistis Indonesia dapat mengejar ketertinggalan infrastruktur dan meningkatkan daya saing nasional.[dit]