Tagihan Listrik Makin Menanjak, Rumah Tangga AS Tercekik Beban Energi

Tarif Listrik/(ilustrasi/@pixabay)

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET – Kenaikan tarif listrik di Amerika Serikat dalam setahun terakhir melampaui laju inflasi umum.

Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (CPI) Mei 2025, tarif listrik naik 4,5% year-on-year, nyaris dua kali lipat inflasi keseluruhan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan kenaikan ini akan berlanjut hingga 2026, mengingat penonaktifan pembangkit lama berjalan cepat sementara kapasitas baru terkendala investasi.

Menurut David Hill, Wakil Presiden Eksekutif Energi di Bipartisan Policy Center, penawaran terbatas dan permintaan melejit menyebabkan harga listrik melonjak.

Sejak 2022, pembangkit tua ditutup lebih cepat daripada pembukaan pembangkit baru, sementara tren elektrifikasi—dari kendaraan listrik hingga perangkat pintar—mendorong konsumsi rumah tangga semakin tinggi.

Rata-rata harga listrik nasional mencapai Rp 2.720 per kWh pada Maret 2025, namun berbeda jauh antara negara bagian.

North Dakota mencatat terendah di Rp 1.760 per kWh, sedangkan Hawaii termahal di Rp 6.560 per kWh.