Gejolak Harga Minyak Setelah Serangan AS dan Gencatan Senjata

Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

Penurunan terdalam sejak Agustus 2022 ini dipicu kabar gencatan senjata setelah balasan Iran terbatas pada pangkalan militer di Qatar, tanpa menyerang infrastruktur minyak.

Rabu, 25 Juni, Brent kembali turun 6,1% ke US$ 67,14 dan WTI merosot 6% ke US$ 64,37 – level terendah sejak awal Juni 2025.

Dinamika ini menggambarkan sensitivitas pasar minyak terhadap isu geopolitik. Meski gencatan senjata memberi kelegaan, ketegangan di wilayah produsen utama masih mengintai.

Investor dan analis tetap waspada pada setiap perkembangan militer atau diplomatik di Timur Tengah.[dit]