JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui outlook defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 sebesar 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Persetujuan tersebut merupakan bagian dari hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) Perumus Kesimpulan atas Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
Pernyataan persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah, dan dihadiri oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati serta Gubernur Bank Indonesia, yang berlangsung di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Dalam laporan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Banggar DPR RI Wihadi Wiyanto, ditegaskan bahwa APBN harus terus menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung transformasi struktural ekonomi nasional.
“APBN harus menjalankan tugas strategis mendukung program-program prioritas Presiden seperti makan bergizi gratis, revitalisasi sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis, sekolah rakyat, koperasi desa Merah Putih, dan pembangunan perumahan rakyat,” katanya.
“Semua ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kinerja perekonomian nasional,” tambah Wihadi.
Banggar DPR RI juga memberikan persetujuan atas penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk membantu menutup defisit anggaran, sekaligus menjalankan peran counter-cyclical dalam merespons tekanan global terhadap perekonomian nasional.











