Di wilayah timur, banjir menerjang 1 desa di Kecamatan Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (2/7), pukul 17.45 waktu setempat atau WIT. Banjir mengakibatkan 57 KK (215 jiwa) terdampak. Perkembangan pada Jumat (4/7), genangan mulai berangsur surut dari 100 cm menjadi 50 cm. Pantauan Jumat kemarin hujan masih turun.
Sementara itu, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu (2/7), beberapa titik berhasil dipadamkan petugas gabungan. Namun pantauan pada Jumat kemarin (4/7) banyak titik api masih belum berhasil padam. Lokasi karhutla berada di Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur. Pantauan BPBD setempat lahan 10 hektar terbakar akibat insiden ini.
Menyikapi bahaya yang dipicu faktor hidrometeorologi dan geologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk selalu waspada dan siap siaga. Terkait dengan hidrometeorologi kering, khususnya karhutla, BNPB telah memberikan dukungan, antara lain operasi modifikasi cuaca. BNPB meminta sinergi pentaheliks dalam pencegahan dan pengendalian karhutla. Pada konteks ini, pencegahan terjadinya api lebih efektif dibandingkan apabila api sudah mulai membesar.
Sedangkan dalam mengantisipasi bahaya hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor, warga diharapkan untuk selalu memonitor prakiraan cuaca dan kondisi struktur tanah di sekitar. Sumber informasi resmi terkait peringatan dini cuaca dan gerakan tanah. Pada bahaya geologi, BNPB mengharapkan pemerintah daerah dan warga untuk selalu mewaspadainya, mengingat ini dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti erupsi gunung api dan gempa bumi.[BNPB]











