Fakta Nasional

B50 Resmi Berlaku Juli 2026: Indonesia Siap Pangkas Ketergantungan BBM Fosil

FAKTANASIONAL.NET - Indonesia mantap melangkah menuju kedaulatan energi hijau. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan diimplementasikan secara serentak di seluruh sektor mula…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 April 2026 📖 1 menit
B50 Resmi Berlaku Juli 2026: Indonesia Siap Pangkas Ketergantungan BBM Fosil
B50: Foto ilustrasi/(AI)

FAKTANASIONAL.NET - Indonesia mantap melangkah menuju kedaulatan energi hijau. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan diimplementasikan secara serentak di seluruh sektor mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan ini bukan sekadar wacana, melainkan transisi energi masif yang bertujuan memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemanfaatan kekayaan sumber daya alam domestik.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, pada Rabu, 22 April 2026, menegaskan bahwa proses road test yang dimulai sejak akhir 2025 menunjukkan hasil positif.

Evaluasi performa mesin pada sektor otomotif ditargetkan rampung Mei mendatang, disusul pengecekan teknis pada Juni.

Menariknya, B50 tidak hanya menyasar kendaraan pribadi, tetapi juga merambah alat berat tambang, kereta api, hingga pembangkit listrik untuk memastikan standarisasi infrastruktur yang efisien dan seragam.

Secara makro, migrasi ke B50 adalah strategi cerdas untuk menyelamatkan kas negara. Program ini diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun pada tahun 2026, sebuah lompatan signifikan dari angka sebelumnya.

Selain itu, kebijakan ini berpotensi memangkas konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun.

Dengan kesiapan Pertamina yang terus dimatangkan, Indonesia optimis mampu menekan subsidi energi sekaligus meningkatkan nilai tambah industri Crude Palm Oil (CPO) di pasar global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK