Fakta Nasional

5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Hilang Lebih dari 24 Jam

FAKTANASIONAL.NET - Hilangnya lima orang jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten diterus dicari. Tim SAR gabungan mencarinya, Rabu (9/9/2026) setelah sehari sebelumnya pencarian dihentikan sementara. Lima jurnalis y…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 09 September 2026 📖 3 menit
5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Hilang Lebih dari 24 Jam
Jurnalis iNews yang hilang kontak. Foto: Facebook

FAKTANASIONAL.NET - Hilangnya lima orang jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten diterus dicari. Tim SAR gabungan mencarinya, Rabu (9/9/2026) setelah sehari sebelumnya pencarian dihentikan sementara.

Lima jurnalis yang hilang kontak yakni

M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Banten)
Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
Yudhis (Jurnalis iNews)
Daus (Jurnalis Anadolu)
Donal (Jurnalis freelance)

Hadapi Debu Anak Krakatau, Kodam XXI/RI Terus Bergerak Lindungi Masyarakat

Pencarian pada Selasa (8/9/2026) malam tim telah menyisir sepanjang hari di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan rombongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan area pencarian pada hari kedua akan diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan para korban.

"Rencananya besok tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Kepala Basarnas Banten Al Amrad kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Pada hari pertama operasi, Basarnas Banten mengerahkan dua tim pencarian. Tim pertama menggunakan Rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pandeglang dengan kekuatan enam personel, sedangkan tim kedua menggunakan KN SAR 247 Tetuka yang melibatkan sekitar 20 personel.

Tim SAR menyisir sejumlah lokasi mulai dari titik awal hilangnya kontak hingga kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Meski telah dilakukan pencarian intensif, keberadaan rombongan jurnalis maupun kapal yang mereka tumpangi masih belum ditemukan.

Dampak Anak Krakatau terhadap Penerbangan: Jadwal Jadi Tidak Pasti

"Pada Pukul 18.15 WIB tim kami sudah balik dari lokasi, dan akan dilanjutkan besok pagi," kata Amrad.

Sebelumnya, kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Berdasarkan data Basarnas Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK).

Basarnas Banten menerima laporan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB dari Bayu Antara Banten.
Komunikasi terakhir tercatat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.42 WIB.

Saat itu, salah satu jurnalis mengirimkan posisi terkini kepada jurnalis di Lampung bernama Abay.

Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal tersebut terputus.

Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, atau sekitar 9,98 mil laut dari daratan.

3.450 Jemaah Umrah Terganggu Penerbangan, Dampak Anak Krakatau

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.

“Polda Banten bersama Basarnas telah bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan tersebut melakukan komunikasi,” katanya dalam keterangan, Selasa.

Basarnas Banten telah mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

Operasi SAR juga melibatkan Polairud Pandeglang dan unsur terkait lainnya.

Tim gabungan menyisir titik koordinat terakhir komunikasi hingga sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah peralatan pendukung turut diterjunkan, di antaranya Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.

Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.

Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan.

Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Lagi, Anak Krakatau Meletus 3 Kali Pagi Tadi

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan kapal tersebut disewa rombongan dari warga setempat.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa.

Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan kondisi masih aman.

Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak diketahui lagi.

"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," jelasnya. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK