Meskipun fasilitas nuklir Iran rusak parah akibat serangan AS dan Israel, Araghchi optimis Teheran masih mampu merevitalisasi program pengayaan uranium. Ia menyebut bahwa bangunan dapat dibangun ulang, mesin pengganti sudah tersedia, dan sumber daya manusia—ilmuwan serta teknisi—masih lengkap. Iran bahkan dapat memulai kembali program nuklir kapan saja jika negosiasi gagal.
Data Serangan dan Klaim Pihak Lawan
Pemerintah Iran melaporkan tiga fasilitas utama hancur, sementara Israel juga mengaku merusak sistem pertahanan udara Iran dan menewaskan lebih dari 1.000 orang dalam 12 hari konflik. Pihak Israel mengklaim telah membunuh 30 pejabat keamanan senior dan 11 ilmuwan nuklir terkemuka.
Dengan tuntutan ganti rugi dan jaminan non-repetisi, Iran menegaskan syarat mutlak dilanjutkannya pembicaraan. AS kini dihadapkan pada pilihan sulit: membayar kompensasi demi memulihkan kepercayaan atau melihat proses negosiasi terhenti total.[dit]











