Sementara itu di wilayah bagian tengah Indonesia, dilaporkan adanya kejadian bencana banjir yang cukup signifikan. Hujan deras mengakibatkan sedikitnya 58 rumah warga Desa Korololama, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah terendam banjir pada Sabtu (9/8) pukul 01.02 WITA.
Selain rumah warga, banjir juga merendam satu fasilitas pendidikan dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 50 sentimeter. BPBD Kabupaten Morowali Utara segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan pemantauan dan asesmen ke lokasi terdampak banjir. Hingga Sabtu pagi, hujan masih mengguyur dan sebagian rumah warga masih tergenang banjir.
Tidak ada informasi warga yang mengungsi, namun petugas meminta warga bersiaga jika sewaktu-waktu air kembali naik. Petugas juga mengimbau warga mematikan aliran listrik untuk sementara hingga kondisi kondusif, serta memantau informasi cuaca dari instansi terkait.
Merespon banyaknya laporan kejadian kekeringan dari berbagai daerah yang tidak jarang memicu juga bencana kebakaran hutan dan lahan, BNPB mendorong pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki air, pembuatan sumur bor dalam, hingga melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Selain itu, pemerintah daerah juga diimbau untuk membangun infrastruktur seperti sumur resapan air, waduk hingga embung. Di sisi lain, kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi air dan tata cara pengelolaan air bersih yang bijak juga harus ditingkatkan.
Mitigasi kekeringan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan upaya bersama, dampak negatif kekeringan dapat diminimalkan, dan ketersediaan air dapat terjaga.[dit]











