Tragedi Ponpes Al Khoziny: Evaluasi Kegagalan Konstruksi dan Langkah Pencegahan

Runtuhnya Bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny Sidoarjo/net.

Sertifikasi dan Izin Operasional Gedung
Pemerintah daerah bersama dinas terkait akan memperketat izin penggunaan gedung pendidikan. Setiap pondok pesantren yang sudah berdiri wajib mengajukan sertifikasi kelayakan bangunan.

Pelatihan Mitigasi Bencana di Pesantren
Selain faktor teknis, BNPB akan mendorong adanya simulasi tanggap darurat di setiap ponpes. Santri dan pengajar akan dibekali keterampilan evakuasi cepat agar lebih siap menghadapi situasi darurat.

Dana Khusus Perbaikan dan Rehabilitasi
Pemerintah berkomitmen menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) tidak hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga rehabilitasi jangka panjang, termasuk pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dengan desain lebih aman dan kokoh.

Harapan Agar Tragedi Tak Terulang

Tragedi ini menjadi pelajaran besar bagi semua pihak. Gedung-gedung pendidikan tidak boleh lagi dibangun asal-asalan tanpa memperhatikan standar keamanan. Setiap anak yang menuntut ilmu berhak berada di tempat yang aman, jauh dari risiko bencana akibat kelalaian manusia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, “Pesantren adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Pemerintah wajib memastikan tempat ini aman dan nyaman, agar para santri bisa belajar tanpa rasa takut. Mari kita jadikan tragedi Al Khoziny sebagai momentum perbaikan bersama.”

Dengan langkah konkret, evaluasi menyeluruh, dan komitmen dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan tidak ada lagi duka serupa yang menimpa keluarga besar pesantren di masa depan.[zul]