Masih di Sumatera Utara, banjir juga melanda Kabupaten Batubara, tepatnya di Kecamatan Medang Deras, pada Sabtu (11/10) malam. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir setinggi 30–60 sentimeter di Desa Sei Buah Keras dan Desa Nenassiam.
Laporan sementara menyebut 65 kepala keluarga terdampak, serta satu sekolah dan satu TPU ikut tergenang. Selain itu, 31 hektare lahan sawah, 65 hektare perkebunan sawit, dan 200 meter ruas jalan turut terendam.
BPBD Batubara telah melakukan pendataan dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Banjir kini berangsur surut, namun warga tetap diminta waspada.
Kebakaran Lahan 3,5 Hektare di Situbondo, Jawa Timur
Sementara itu di Pulau Jawa, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu (12/10) pukul 09.00 WIB. Api melahap sekitar 3,5 hektare lahan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.
Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Situbondo bersama tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman dilakukan menggunakan alat semprot dan metode pengepyokan, mengingat akses menuju titik api sulit dijangkau armada damkar.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 13.40 WIB berkat kerja sama BPBD, Damkar, TNI, Polri, Tagana, serta relawan masyarakat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski api telah padam, tim gabungan masih melakukan pembasahan dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru.
BNPB Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan hujan ekstrem.
BNPB juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
“Jika terjadi bencana, segera hubungi BPBD setempat atau layanan darurat agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/10/2025).











