Meskipun dikendalikan oleh mobil otonom, lampu putih berfungsi sebagai sinyal bagi pengemudi manusia. Ali Hajbabaie, salah satu peneliti, menjelaskan, “Lampu merah tetap berarti berhenti. Lampu hijau tetap berarti jalan. Dan lampu putih akan memberi tahu pengemudi manusia untuk mengikuti mobil di depan mereka.” Dengan kata lain, pengemudi cukup meniru pergerakan kendaraan otonom di depannya.
Cara kerjanya, kendaraan otonom di sekitar persimpangan akan saling berkomunikasi secara nirkabel dengan lampu lalu lintas. Mereka akan mengoordinasikan pergerakan untuk menciptakan arus yang paling efisien. Ketika jumlah mobil otonom di persimpangan mencapai ambang batas tertentu, fase putih akan aktif. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas hingga 99 persen, tergantung pada persentase mobil otonom di jalan.[dit]











