Di sisi lain, GIAA sebenarnya berhasil menekan total beban usaha. Hingga kuartal III tahun ini, total beban usaha turun menjadi US$ 2,29 miliar dari periode sebelumnya yang mencapai US$ 2,38 miliar. Penurunan beban ini sayangnya belum cukup untuk mengimbangi penurunan pendapatan dan menahan kerugian.
Faktor Keuangan dan Posisi Aset
Terdapat beberapa faktor keuangan lain yang memengaruhi bottom line perusahaan. GIAA mencatat keuntungan dari selisih kurs bersih sebesar US$ 14,7 juta, berbalik positif dari yang sebelumnya rugi US$ 7,5 juta. Pendapatan keuangan juga naik menjadi US$ 18,1 juta.
Namun, GIAA masih menanggung beban keuangan yang sangat besar, mencapai US$ 372,8 juta. Kombinasi faktor-faktor ini membuat rugi sebelum pajak penghasilan membengkak menjadi US$ 211,7 juta, naik dari US$ 148,06 juta pada kuartal III 2024. Setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan, rugi periode berjalan menjadi US$ 180,7 juta. Adapun total aset GIAA per akhir September 2025 tercatat naik tipis menjadi US$ 6,75 miliar.[dit]











