Andi kemudian membandingkan gaya kepemimpinan ini dengan era sebelumnya. Ia mencontohkan Jembatan Suramadu yang bermasalah lalu diambil alih dan diselesaikan presiden baru.
Opsi Negosiasi Utang
Andi Arief juga menyinggung kasus Hambalang yang dihentikan karena masalah hukum, serta IKN dan Kereta Cepat yang kini membebani APBN. “Sekarang IKN dan Kereta Cepat bermasalah… Presiden baru mengambil alih semua masalah dan akan menyelesaikannya. Beda zaman, beda gaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi Arief optimis persoalan utang KCIC dapat diselesaikan melalui negosiasi yang cerdas. Ia merujuk pada keberhasilan restrukturisasi utang Garuda Indonesia yang berhasil dipangkas hingga 50 persen. “Masih banyak cara,” tandasnya.[dit]











