Biasanya, data pekerjaan yang kuat akan menekan harga emas, karena hal itu memberi ruang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Namun, kali ini, kekhawatiran terhadap gelembung saham (AI bubble) terbukti jauh lebih kuat daripada pengaruh data pekerjaan.
Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Analis Tai Wong menyebut kenaikan ini sebagai “kelegaan” bagi investor emas. Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (bunga) cenderung diuntungkan oleh ekspektasi suku bunga yang lebih rendah.
Meskipun The Fed baru-baru ini telah memangkas suku bunga, pasar masih berharap adanya pemotongan lanjutan pada bulan Desember. Harapan inilah yang turut menjaga daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Kenaikan harga juga diikuti oleh logam mulia lainnya, seperti perak, platinum, dan paladium.[dit]
