Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Namun, sinyal kehati-hatian dari The Fed telah menekan minat investor, yang mengalihkan fokus ke aset lain.
Emas Antam Ikut Tumbang, Faktor Struktural Tetap Jadi Penopang
Sejalan dengan tren global, harga emas batangan Antam di pasar domestik juga mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas hari ini jatuh Rp 29.000 ke level Rp 2,322 juta per gram. Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, analis menilai beberapa faktor struktural masih akan menopang permintaan investasi emas dalam jangka menengah hingga panjang. Faktor-faktor tersebut meliputi ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang AS, tren de-dolarisasi, dan pembelian yang terus dilakukan oleh bank sentral global.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot turun 0,4%, sementara platinum naik 0,3%, dan paladium turun 0,5%.[dit]











