IHSG Diprediksi Menguat: Sentimen Asing dan Kinerja Bank Besar Jadi Penopang

IHSG Jeblok/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 18 November 2025. Prediksi ini muncul meskipun pasar global dihantui sentimen negatif, terutama dari pelemahan di Wall Street dan koreksi harga komoditas. CGS International Sekuritas Indonesia menyoroti bahwa pasar domestik memiliki pendorong positif yang kuat, terutama didukung oleh aksi beli investor asing.

Investor asing menunjukkan minat yang tinggi pada saham-saham perbankan dengan kapitalisasi besar, sebuah tren yang menguat setelah Bank Central Asia (BBCA) merilis kinerja bulanan yang memenuhi ekspektasi pasar. Momentum positif ini dinilai mampu menetralkan tekanan jual dari pasar global dan menjaga optimisme di bursa Jakarta. Secara teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. Pihak sekuritas menetapkan kisaran support pada level 8.360–8.305 dan resistance antara 8.475–8.530.

Bayangan Wall Street dan Data Ketenagakerjaan AS

Sentimen negatif global yang menekan pasar domestik berasal dari penutupan bursa Wall Street yang kompak melemah pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual tersebut terutama memukul saham-saham teknologi, khususnya yang terkait dengan sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Investor bersikap hati-hati menjelang dua agenda penting Amerika Serikat. Pertama, rilis laporan keuangan perusahaan chip raksasa, Nvidia. Saham Nvidia sendiri turun 1,88%, dan kinerjanya akan menjadi acuan global untuk menilai apakah kekhawatiran terhadap tingginya valuasi saham berbasis AI terkonfirmasi.