Kredit Perbankan Lesu: Jauh dari Target BI di Tengah Suku Bunga Kredit yang Kaku

Ekonomi/ilustrasi/@pixabay)

Perry juga mencatat bahwa fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) pada Oktober 2025 masih cukup besar, mencapai Rp2.450,7 triliun. Angka ini mencerminkan permintaan yang belum kuat. Sementara itu, dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dianggap memadai ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi 29,47% dan pertumbuhan DPK sebesar 11,48% yoy. Minat penyaluran kredit perbankan secara umum juga cukup baik, terlihat dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar.

Kehati-hatian Bank Mengerem Kredit Konsumsi dan UMKM

Namun, persyaratan pemberian kredit untuk segmen kredit konsumsi dan UMKM justru meningkat. Hal ini sejalan dengan sikap kehati-hatian bank terkait tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut. Kondisi ini secara langsung memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM pada Oktober 2025 yang bahkan tercatat turun menjadi -0,11% (yoy). Meskipun demikian, BI masih optimistis pertumbuhan kredit hingga akhir 2025 akan berada pada batas bawah kisaran 8-11% dan akan meningkat pada 2026. BI akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong pertumbuhan kredit dan memperbaiki struktur suku bunga.[dit]